Wednesday, February 4, 2009

Tragedi yang Terus Berlanjut

Muhlis Suhaeri
Borneo Tribune, Pontianak

Alat transportasi kita, selalu membuat kita was-was dan tidak merasa aman. Pasalnya, belum adanya standar yang baik, membuat alat transportasi, bukannya tempat yang nyaman, dan kawan yang baik bagi sebuah perjalanan. Tapi, menjadi ancaman ketika orang harus melakukan sebuah perjalanan.

Setiap tahun kita selalu mengalami peristiwa memilukan, berupa tenggelamnya kapal karena gelombang dan kelebihan muatan. Atau jatuhnya pesawat, karena kesalahan teknis dan manusia. Satu peristiwa belum usai, muncul peristiwa lain yang serupa.


Peristiwa kecelakaan laut contohnya. Peristiwa ini terus saja terjadi, karena tidak adanya disiplin dari nahkoda dan warga, yang tidak memedulikan keselamatannya. Nahkoda tidak disiplin, karena tidak mematuhi imbauan dari Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) atau pihak berwenang lainnya. Bahwa, kapan gelombang besar dan kapal diperingatkan tidak untuk berlayar.

Nahkoda juga dianggap memasukkan penumpang melebihi kapasitas. Ini bisa dilihat, dari banyaknya korban yang tenggelam, tidak memiliki tiket kapal. Ini bisa terjadi, karena dengan tidak adanya tiket, uang yang masuk demi kepentingan sang nahkoda dan awak kapal yang lain.

Begitu juga dengan penumpang yang tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Sehingga naik kapal tidak menggunakan tiket secara resmi. Atau karena alasan buru-buru, sehingga tidak mendapatkan tiket secara resmi.

Akibatnya, ketika ada petaka, mereka juga yang alami kerugian sendiri, karena tak ada yang menjamin dan menanggung mereka, ketika muncul masalah seperti asuransi.

Seharusnya, pemerintah dan dinas terkait, bertindak tegas dalam mengatasi masalah ini. Sehingga peristiwa yang sama tidak terulang. Adanya peristiwa yang terjadi, juga tidak ada sanksi tegas. Sehingga mereka yang melanggar dan membahayakan keselamatan bersama, ditindak dan jera melakukan kesalahan yang sama.

Tak adanya penyelesaian kasus dan penyelidikan yang dipublikasikan secara transparan ke masyarakat, turut membuat masalah ini selalu berulang setiap saat. Hal ini menandakan, tidak adanya efek jera bagi mereka yang melakukan. Sehingga tidak bisa menjadi pelajaran bagi yang lain, untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Oleh karena itu, perlu ada suatu tindakan dan sanksi yang tegas, bagi permasalahan ini. Supaya semua orang merasa aman, ketika melakukan suatu perjalanan. Begitu juga dengan orang yang berada di rumah, merasa tenang saat anggota keluarganya sedang melakukan perjalanan.

Pemerintah sebaiknya harus melakukan inspeksi dan introspeksi diri, bagi kelangsungan hidup warganya. Caranya dengan membuat suatu peraturan dan pengawasan yang ketat, terhadap berbagai peraturan yang sudah dikeluarkan. Sehingga, orang merasa aman, ketika melakukan perjalanan. Harusnya, angkutan massal bukan menjadi ancaman. Apalagi menjadi alat pembunuhan massal bagi warga.

Edisi cetak ada di Borneo Tribune 4 Februari 2009.
Gambar diambil dari public-domain.zorger.com.

No comments :