Saturday, July 10, 2021

Resume “It Ends With Us”

Judul buku: It Ends With Us

Pengarang: Colleen Hoover

Penerbit: Simon & Schuster

Tahun terbit: 2016

Tebal: 311 Halaman


Menceritakan tentang seorang wanita muda bernama Lily Bloom. Di usianya yang menginjak 23 tahun, ayahnya meninggalkan ia untuk selamanya. Lily dan sang ayah tidak bisa dibilang sebagai pasangan ayah-anak yang cukup dekat.

"My father was abusive. Not to me-to my mother."

Sejak kecil Lily sudah menyaksikan betapa kasarnya sang ayah kepada ibunya sendiri. Karena itu, Lily tumbuh menjadi anak yang tangguh dan berpendirian kuat. la selalu mengingatkan diri sendiri untuk tidak menjadi seperti ibunya. Selama ini Lily diam-diam marah atas sikap ibunya yang rela-rela saja disakiti oleh ayahnya. Sejak itu, ia berprinsip akan langsung meninggalkan pasangannya jika berani berbuat kasar kepadanya.

Di malam sehabis pemakaman sang ayah, Lily menenangkan dirinya dengan berdiam diri di salah satu rooftop apartemen besar di Boston. Di sanalah ia bertemu Ryle Kincaid. Salah satu dokter saraf muda yang berbakat.

Sejak pertemuan pertama mereka sudah saling tertarik terhadap satu sama lain. Dengan pemikiran bahwa mereka tidak akan bertemu lagi nantinya, mereka mengisi waktu semalaman dengan bermain permainan jujur-jujuran.

"Naked truth?"

Mereka menceritakan semua hal yang bisa ceritakan. Mulai dari hal-hal simpel seperti nama, bagaimana pekerjaan mereka, sampai mengenai masa kecil Lily dengan sang ayah yang kasar. Pada akhirnya mereka harus berpisah dan tidak bertemu satu sama lain lagi selama beberapa bulan.

Sepulangnya Lily ke rumahnya sendiri, ia menemukan sebuah jurnal masa kecilnya. la teringat sejak kecil ia selalu suka menyaksikan acara Ellen DeGeneres. Jurnal tersebut berisi surat-surat yang ia tujukan kepada Ellen, namun tak pernah ia kirim.

"Dear Ellen."

Kebanyakan surat berisi tentang kehidupan masa kecilnya, bagaimana situasi rumah tangga di antara ayah dan ibunya, dan seorang lelaki bernama Atlas.

Atlas Corrigan. Teman masa kecil, sekaligus cinta pertama Lily. Seorang anak lelaki yang kabur dari rumahnya dan berakhir menetap di rumah kosong di belakang rumah Lily.

Berawal dari Lily yang membantu Atlas dengan memberikan makanan serta pakaian, mereka semakin dekat dengan satu sama lain dan timbul lah rasa sayang di antara mereka berdua. Namun pada akhirnya mereka berpisah karena Atlas diadopsi oleh pamannya, dan pindah dari kota kelahiran Lily ke Boston.

"Just keep swimming, Lily."

Suatu hari Lily sedang membersihkan bangunan tua yang telah ia beli dan merencanakan untuk membuka toko bunga di sana. Hingga akhirnya ia bertemu Alyssa. Seorang gadis muda yang penuh semangat dan aura positif, menawarkan bantuan kepada Lily.

Allysa saat ini tengah mencari pekerjaan untuk mengisi waktu kosong yang ia miliki selama ini, dan bertanya kepada Lily apakah ia bisa menjadi salah satu karyawan di toko bunga tersebut. Lily yang menyukai pribadi Allysa dengan senang hati menerimanya.

Pertemuan dengan Allysa membawa Lily kembali bertemu Ryle yang ternyata merupakan saudara Allysa. Di sinilah kisah Lily dan Ryle berlanjut.

Kisah cinta di antara mereka tidak semulus yang dibayangkan. Ryle merupakan lelaki yang tidak suka terikat sebuah hubungan, sedangkan Lily sendiri merupakan pribadi yang tidak bisa berada di hubungan yang tidak jelas.

Ditambah dengan pertemuan kembali Lily dan Atlas, membuat dirinya semakin dibuat bimbang. Namun pada akhirnya, Ryle dan Lily memutuskan untuk menjalin hubungan serius.

Hubungan mereka diisi suka dan canda tawa. Sampai akhirnya suatu hari Ryle tanpa sengaja menyakiti Lily.

"I'm sorry, Lily. It was an accident. I'm so sorry," ucap Ryle pada Lily.

"I'm sorry, Jenny. It was an accident. I'm so sorry," ucap Andrew (Ayah Lily) pada Jenny (Ibu Lily).

Lily kembali mengingat semua perlakuan ayahnya pada ibunya. Rasa takut menyergapinya, bagaimana jika Ryle seperti ayahnya? Pada akhirnya, Lily memilih bertahan di samping Ryle dan berusaha melupakan kejadian tersebut.

Tepat seperti yang Lily harapkan, Ryle tidak pernah menyakitinya lagi. Hubungan mereka berlangsung dengan lancar hingga ke jenjang pernikahan.

Namun lagi-lagi semua harapannya kandas. Ketika Ryle tanpa sengaja menemukan nomor telepon Atlas yang masih Lily simpan. Amarah Ryle kembali memuncak, Lily bersumpah bahwa selama ini ia tidak pernah menghubungi Atlas sekalipun. Namun semua itu tidak mempan.

"He's going to leave me. Or he's going to hurt me."

Pada akhirnya Ryle pergi meninggalkan Lily. Lily pun mengejar Ryle untuk memberikannya penjelasan, namun semua tidak berjalan sesuai rencana. Ryle mendorong Lily di tangga gedung apartemen mereka.

"You feel down the stairs."

I didn't fall.

"You pushed me, Ryle."

Kacau. Satu kata yang bisa mendeskripsikan Lily saat itu. Ia kembali pada ingatan masa kecilnya dan kali pertama Ryle menyakitinya.

Lily meminta Ryle pergi untuk saat ini. Mereka tidak bertemu selama beberapa hari, sampai akhirnya Ryle menjelaskan semuanya. Bagaimana dirinya di masa kecil tanpa sengaja membunuh saudaranya akibat pistol yang diletakan secara sembarang oleh orang tuanya. Mentalnya terganggu, sampai akhirnya dia tidak bisa mengontrol amarahnya hingga dewasa. Dengan alasan itu, Lily kembali memaafkan Ryle.

"He is Ryle. He is not my father, he won't treat me like my father treat my mother. And i won't become my mother."

Setelah itu mereka berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka kembali. Lily belajar untuk menghindari Ryle setiap amarahnya memuncak, dan Ryle pun berusaha untuk menjaga jaraknya dari Lily.

Sampai akhirnya Allysa, adik Ryle, melahirkan anak pertamanya. Mereka menyambut dengan penuh suka cita. Malam itu, mereka berkumpul sambil merayakan kelahiran keponakan mereka.

Ryle dan Lily yang awalnya memutuskan untuk tidak memiliki anak pun terdorong rasa ingin memiliki buah hati seperti Allysa dan suaminya. Malam itu Ryle pulang terlebih dahulu ke apartemen mereka dan Lily masih menemani Allysa sambil bersenda gurau.

Ketika Lily kembali ke apartemennya, ia menemukan Ryle terduduk di sofa sambil menghela nafas berat.

"Naked truth. Where did you get the magnet, Lily?

Ryle menemukan jurnal masa kecil Lily. Jurnal yang penuh dengan masa kecil Lily. Jurnal yang penuh dengan nama Atlas Corrigan.

Amarah Ryle kembali memuncak. Kali ini lebih parah dari sebelum-sebelumnya. Lily kembali disakiti.

"It was more that hit or push. It was a beating."

Di tengah malam setelah kejadian itu, Lily memutuskan untuk pergi dari rumah. Ia tidak tahu harus menghubungi siapa, sampai akhirnya ia menghubungi Atlas. Ia meminta Atlas untuk membawanya ke rumah sakit dan pergi sejauh mungkin dari Ryle.

Semua semakin parah ketika akhirnya Lily mengetahui bahwa ia tengah mengandung anak Ryle.

I did this to myself.

I allowed this to happen to me.

I am my mother.

Ryle memutuskan untuk pergi ke luar kota memenuhi pekerjaan dan memberi waktu untuk Lily. Ketika Ryle pergi, Lily harus kembali ke apartemen milik mereka dan berpisah dengan Atlas.

"In the future. If by some miracle you ever find yourself in the position to fall in love again, fall in love with me."

Selama beberapa bulan baik Lily dan Atlas atau bahkan Lily dan Ryle, tidak pernah berkabar pada satu sama lain. Sampai akhirnya Ryle kembali ketika mengetahui kehamilan Lily.

Ryle dan Lily memutuskan untuk menjaga jarak selama kehamilan dan berkomunikasi ketika diperlukan saja. Lily meminta waktu untuk memutuskan bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan mereka.

Ketika lahiran, Lily memutuskan untuk meninggalkan Ryle. Ia tidak bisa membayangkan jika yang terjadi kepada ibunya, lalu kepada dirinya, juga harus terulang pada putrinya.

"What would you say to her, Ryle? Tell me. I need to know what would you say to our daughter if the man she loves with all her heart ever hurts her."

"I would beg her to leave him. I would tell her that she is worth so much more. And i would beg her not to go back, no matter how much he loves her. She's worth so much more."

Peresume Novel:

Cori Nariswari Mernissi

Baca Selengkapnya...

Thursday, July 8, 2021

Insidetalk: Sektor Pembiayaan Perumahan di Era Pandemi


Saat ini, semua sektor usaha mengalami dampak dari pandemi. Tak terkecuali sektor perumahan. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Praktis saja, orang menunda membeli rumah. Namun, kebutuhan akan perumahan, seperti juga kebutuhan pangan dan sandang, terus tumbuh dan dibutuhkan semua orang.
Dampak dari pertumbuhan sektor perumahan yang terus meningkat, membawa angin sejuk bagi sektor perumahan dan perbankan. Hal ini juga terlihat dari semakin naiknya angka pembiayaan di sektor perbankan, khususnya, untuk sektor perumahan. Bank BNI sebagai bank peemrintah, tentu saja memiliki komitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor perumahan. Caranya, mendukung sektor pembiayaan bisnis perumahan tersebut. #insidepontianak #insidetalk #bankbni #rei #muhlissuhaeri #rendraherlangga #mansurzahri #jawawibudiono

Baca Selengkapnya...

Wednesday, June 9, 2021

Insidetalk: Apa Kabar Perusda Aneka Usaha

Perusda Kalimantan Barat Aneka Usaha merupakan ujung tombak bagi pengembangan dan potensi ekonomi daerah. Selama beberapa periode, Perusda mengalami kerugian, karena tata kelola dan manajemen kurang baik. Pemda Kalbar sebagai pemilik dari Perusda Aneka Usaha, memiliki kewajiban membenahi perusda. Manajemen Perusda minta penambahan modal Rp 250 miliar. Bagaimana kiat Pemprov Kalbar memajukan Perusda Aneka Usaha? Ikuti Inside Talk Episode 8, bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji, Direktur Perusda Aneka Usaha Syariful Hamzah Nauli, dan Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tanjungpura Dr Erdi Abidin. Acara dipandu Pemimpin Redaksi Insidepontianak.com, Muhlis Suhaeri. #Insidepontianak #insidepontianakcom #insidetalk #muhlissuhaeri #perusdakalbar #perusdaanekausaha #gubernursutarmidji #anekausaha #syarifulhamzahnauli #pengamatkebijakanpublikuniversitastanjungpura #drerdiabidin Insidepontianak.com mengabarkan Kalimantan Barat, acuan pengambil kebijakan, dan teman rebahan paling andal. Insidepontianak.com menginformasikan seputar Kalimantan, Nasional dan Internasional. Dan jangan lewatkan simak informasi terbaru dari akun sosial media #insidepontianakcom





Baca Selengkapnya...

Monday, May 31, 2021

Film Oslo, Kisah Rumit di Balik Perjanjian Damai Palestina-Israel


Ada satu perjanjian di dunia yang begitu fenomenal. Yaitu, perjanjian antara dua musuh bebuyutan nan laten, Palestina dan Israel, tahun 1993. Dunia menyebutnya sebagai Perjanjian Oslo.

Oslo merupakan ibu kota Norwegia. Sebuah negeri nan eksotik di bagian utara Eropa atau Scandinavia. Negeri para suku pengembara, Viking.

Film diadaptasi dari kisah nyata. Sebuah keluarga di Norwegia, menfasilitasi pertemuan antara orang kepercayaan Yasser Arafat, dan orang kepercayaan Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin.

Meski bergenre film sejarah dan politik, ada banyak kisah-kisah unik dan lucu, dibalut dengan umpatan dan strereotip, ketika mempertentangkan identitas, asal-usul tanah Palestina, politik, keamanan dan lainnya.

Adalah Mona Juul (Ruth Wilson), pejabat di Kementerian Luar Negeri Norwegia dan suaminya, Andrew Scott (Terje Rød-Larsen), sosiolog dari Norwegia. Pasangan itu jadi mediator pertemuan Palestina dan Israel. Pertemuan tak resmi. Tak tercatat dalam agenda politik. Tak terpantau oleh pihak mana pun, berlangsung hingga enam bulan. Gambaran landscape bersalju hingga musim panas, tergambar dari film. Terlihat apik dan epik.

Israel tak mengakui keberadaan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dipimpin Yasser Arafat. Karenanya, dalam perundingan itu, tidak bisa dilakukan secara langsung antara Perdana Menteri Israel dan Pimpinan PLO. Maka, PLO mengutus para pimpinan yang bisa mewakili Arafat. Demikian juga dengan Israel, mengutus orang yang mewakili pemerintah Israel.

Ahmed Qurie (Salim Daw), Menteri Keuangan PLO dan Hassan Asfour (Waleed Zuaiter) penghubung PLO, mewakili Yasser Arafat dari pihak Palestina. Dari pihak Israel, Uri Savir (Jeff Wilbusch), Direktur Jenderal Kementerian Keuangan Israel, dan para ekonom Israel sebagai juru runding.

Pertemuan dua pihak saling berseteru tersebut, menghadirkan berbagai macam adegan mencekam. Unik, terkadaing lucu, melalui dialog dan perdebatan yang seolah tak kunjung habis. Suasana itu, tentu saja membuat pasangan Mona dan Terje, terkena imbas dari kepedulian mereka, menfasilitasi dua pihak tersebut.

Tak hanya piawai menfasilitasi pertemuan, Mona, melalui diplomasi kulinernya, sanggup meredam dua pihak yang alot berdebat. Misalnya, ketika dua pihak sudah semakin keras dalam berdebat dan keluar umpatan, Mona segera menyuruh petugas rumah tangga, menyajikan kuliner khas Norwegia.

Kuliner dengan resep nenek tersebut, sanggup mencairkan dua pihak yang sedang berseteru. Lumer dalam rasa khas kuliner. Tertawa, dan dialog pun kembali dimulai.

Tak hanya itu. Perseteruan dan perdebatan, juga diikuti dengan kelahi fisik. Terje terpukul secara tidak sengaja oleh Qurie. Dan, Qurie dengan sangat menyesal minta maaf. Bahkan, dia dengan gentle, bakal menurut apa pun yang bakal diminta Terje, demi memuluskan perundingan alot tersebut.

Mona dan Terje rela bekerja keras menulis drat kesepakatan dua pihak. Tak hanya sekali, namun draf dibuat hingga lebih dari sembilan kali. Mona dan Terje harus kembali mengetik, draf yang kembali disobek, secara terus menerus, karena kesepakatan yang terus berubah dan dinamis. Jangan dibayangan saat itu sudah ada komputer, begitu ganti draf, tinggal memperbaiki file barunya. File selalu diketik dari awal, begitu draf baru disepakati.

Tak hanya berimbas pada Palestina dan Israel, perundingan alot itu, turut membuat hubungan pasangan Norwegia tersebut, sempat berada di ujung tanduk. Mereka tertekan secara psikologis. Hampir mendekati titik nadir. Sangking tak kuasa menghadapi dua pihak yang sedang berseteru.

Lalu, kenapa pasangan itu mau melakukan ‘kerja nekat’ dan memfasilitasi dua musuh bebuyutan itu, duduk satu meja?

Mona bercerita, ketika dia sedang ke Israel bersama dengan Terje, keduanya secara tidak sadar, melewati jalan-jalan berkelok. Jalan itu berakhir di sebuah perkampungan. Keduanya dilihatin banyak orang. Tapi mereka tak mendapatkan suatu kekerasan.

Kebetulan ia bukan orang Israel atau Palestina. Jadi, mereka diselamatkan takdir. Bagaimana dengan orang Israel atau Palestina? Mereka selalu berhadapan sehari-hari dengan kekerasan, kata Mona.

Akhirnya, dua pihak menyepakati drat. Apakah sudah selesai? Belum. Draf itu dibawa ke penasehat Hukum Kementerian Luar Negeri Israel, Joer Singer (Igal Naor).

Dan, Joel dengan pongahnya, datang ke pertemuan dengan didampingi juru runding sebelumnya, dengan 200 pertanyaan. Perundingan mulai dari awal dengan berbagai macam perdebatan. Semakin alot dan keras.

Ketika menemui jalan buntu, dan dua pihak akan meninggalkan ruang pertemuan, juru runding Israel dengan terburu-buru menemui Mona. Dia minta Mona, jadi bagian dari pertemuan itu. Tak sekedar memediasi. Mona diminta dua pihak berunding lagi. Mona awalnya menolak. Tapi ketika dua pihak akan keluar dari pintu ruangan, dia berkata dengan tegas.

Mona minta dua juru runding memikirkan lagi, tentang masa depan Palestina dan Israel. Israel bisa tenang tak diganggu masalah keamanan. Palestina bisa menempati wilayah Gaza dan Tepi Barat. Akhirnya, dua pihak bisa menyelesaikan draf kerja sama. Sudah selesai? Ternyata belum.

Draf itu harus didiskusikan lagi, antara Menteri Luar Negeri Israel, Shimon Peres (Sasson Gabay) dengan Yasser Arafat. Perundingan hanya menggunakan telepon, di suatu ruangan Istana Kerajaan Oslo, Slottet. Perundingan berlangsung tengah malam, hingga pagi hari. Berlangsung alot. Bahkan, Perez sempat tidur ke kamar. Tak kuasa lagi menahan kantuk.

Pada akhir cerita, Arafat dan Peres menyepakati draf perjanjian. Mona dan Terje lega. Peres hendak meninggalkan ruangan. Dia bertanya, ada suara apa di telepon itu. Kenapa ada suara seperti orang ribut.

Mereka menangis. Mereka semua bahagia, tak menyangka bisa menyaksikan momen itu dalam hidupnya, kata Terje kepada Peres. Dan, Peres meninggalkan ruangan dengan wajah cool.

Film ditutup dengan adegan penandatanganan perjanjian di Washington, antara Wakil Palestina, Yasser Arafat, Wakil Israel, Yitzhak Rabin dan Presiden Amerika, Bill Clinton sebagai pihak penengah.

Perjanjian Oslo mengakhiri drama kekerasan selama 40 tahun, antara Palestina dan Israel. Namun, akibat perjanjian tersebut, Perdana Menteri Israel, Yitzhak Rabin, dibunuh oleh ekstrimis Yahudi, yang tak setuju perjanjian damai antara Palestina dan Israel.

Dunia butuh orang-orang berani, untuk membawa jalan damai. Meski, nyawa jadi ujung dari sebuah drama, perdamaian itu sendiri.

Kini, Palestina dan Israel, tak lagi memiliki para pemimpin, pembawa jalan damai. Akankah, perdamaian menemukan jalannya sendiri? Entahlah. Film yang ditayangkan HBO, Minggu (30/5/2021), memberikan gambaran besarnya. (Muhlis Suhaeri)

#filmoslo

#muhlissuhaeri

#palestina

#israel

#norway

#scandinavia

#yasserarafat

#yitzhakrabin

#simonperes

#billclinton


Tulisan telah terbit di media siber: https://insidepontianak.com


 

Baca Selengkapnya...

Wednesday, May 12, 2021

Insidetalk: Kesiapan Pemerintah Menerapkan Larangan Mudik


Pemerintah resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021. Dari kebijakan larangan mudik tersebut, di daerah, khususnya para Ketua Satgas Covid, melalui Gubernur dan para bupati, menyiapkan langkah strategis, bagaimana kebijakan larangan mudik efektif diterapkan. Seperti apakah kesiapan pemerintah dalam penerapan aturan ini? Dan bagaimana stakeholder terkait mengatasi pro kontra aturan ini yang berkembang di masyarakat? Simak ulasan lengkapnya di Insidetalk episode 7 ini: #insidepontianak #insidetalk
#muhlissuhaeri
#laranganmudik #mudiklebaran #mudik #dishubkalbar #diskominfokalbar #poldakalbar #dprdkalbar Insidepontianak.com mengabarkan Kalimantan Barat, acuan pengambil kebijakan, dan teman rebahan paling andal. Insidepontianak.com menginformasikan seputar Kalimantan, Nasional dan Internasional. Dan jangan lewatkan simak informasi terbaru dari akun sosial media #insidepontianakcom

Baca Selengkapnya...

Wednesday, April 14, 2021

Insidetalk: Menakar Desa Mandiri di Kalbar


Program kerja Gubernur Sutarmidji mendorong seluruh desa di Kalbar menjadi Desa Mandiri, patut diapresiasi. Ada 58 item syarat Desa Mandiri. Pada 2019-2023, setidaknya 425 Desa Mandiri bisa terealisasi di Kalbar. Hanya saja, untuk menuju ke arah tersebut, butuh energi dan anggaran yang tidak sedikit. Terpenting, komitmen dan menyatukan visi lintas kepala daerah dan seluruh komponen perangkat daerah. Bagaimana dalam mengeluarkan kebijakan pembangunan berorientasi dengan pembangunan desa. Seperti apa syarat dan parameter Desa Mandiri? Sejauh mana pemerintah melakukan fungsi, mendukung dan intervensi terhadap program ini? Simak ulasannya di Insidetalk episode 6: #insidepontianak #insidetalk #muhlissuhaeri
#desamandiri #desamandirikalbar #polemikdesamandiri #dinaspemdes #desaparitbaru Insidepontianak.com mengabarkan Kalimantan Barat, acuan pengambil kebijakan, dan teman rebahan paling andal. Insidepontianak.com menginformasikan seputar Kalimantan, Nasional dan Internasional. Dan jangan lewatkan simak informasi terbaru dari akun sosial media #insidepontianakcom


Baca Selengkapnya...