muhlis
Tuesday, August 16, 2011

Kehidupan Warga di Perbatasan

›
Oleh: Muhlis Suhaeri Bertaruh Nyawa di Garis Batas Hidup di garis batas negara, ibarat ayam yang kehilangan induk. Mereka harus berjuang sen...
3 comments:
Monday, May 23, 2011

Penambang Emas Liar di Singkawang

›
Oleh: Muhlis Suhaeri Anda mungkin tak pernah menyangka, perhiasan emas yang Anda kenakan, hasil jerih payah sekelompok orang yang mempertaru...
3 comments:
Wednesday, May 4, 2011

Mangrove Ditebang Bencana Menghadang

›
Oleh Muhlis Suhaeri raung buldozer gemuruh pohon tumbang berpadu dengan jerit isi rimba raya tawa kelakar badut-badut serakah deng an HPH be...
‹
›
Home
View web version

About Me

Muhlis Suhaeri
Penulis dan Wartawan. Kelahiran Jepara. SMAN 1 Jepara. Kuliah Jurnalistik di IISIP, Jakarta. Sekarang tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Menulis buku "Dawai Kapuas" bersama Nurul Hayat, Jakarta, 2014. Menulis buku "Di Balik Novel Tanpa Huruf R", film independen karya sutradara Aria Kusumadewa. Buku diterbitkan LKiS, Yogyakarta, 2004. Menulis buku biografi Benyamin S, "Muka Kampung Rejeki Kota", bersama Ludhy Cahyana. Buku diterbitkan Yayasan Benyamin S, 2005. Kontributor buku "21 Jurnalis Bicara Mengenai HIV/AIDS, Gender dan Orientasi Seks", LP3Y, Yogyakarta, 2006. Kontributor buku "Wajah Retak Media", AJI, Jakarta, 2009. Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak. Anggota Peace and Conflict Journalism Network (PECOJON) Indonesia dan Internasional. Mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP), 2010 dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Mendapatkan penghargaan jurnalistik Mohtar Lubis Award (2008), Adiwarta (2008 dan 2009), Adinegoro (2010), Finalis Adiwarta (2010, 2011 dan 2012).
View my complete profile
Powered by Blogger.