Borneo Tribune, Pontianak
Sungai Kapuas adalah nadiyang membawa hidup bagi jantung Borneo.
Segala yang hidup seakan tak lepas dari alirannya.
Kapuas memberi hidup bagi semua yang hidup.
Bahkan, tetap menyemai bagi yang telah mati.
Sebab, dari alirannya semua bakal menyemai kehidupan itu sendiri.
Kapuas menghidupkan ekonomi, membentuk kultur sosial,
dan menghidupkan berbagai religi.
Memberikan ruang bagi mereka yang ingin menjalani hidup.
Kapuas selalu diarungi.
Memberi mantra bagi siapa saja yang melewati,
Untuk selalu kembali dan mengarunginya.Begitu juga bagi kapal ferri penyeberangan,
Yang seolah tak pernah lelah, menempelkan lambungnya
pada Sungai bernama Kapuas…
Foto dan Teks: Muhlis Suhaeri
Edisi cetak ada di Borneo Tribune, 30 Agustus 2009
Langkah-langkah ini serasa makin pelan,
Tapi, atas nama bulan suci, sebagian kaum-Mu,
Masalah korupsi seolah tak ada hentinya di negeri ini. Berbagai praktek korupsi yang merugikan anggaran Negara, semakin menjadi-jadi. Apalagi dengan adanya pelaksanaan otonomi daerah.
Kabut asap seakan tak mau lepas dari udara
tak menyisakan harap

Setiap tahun tiga peristiwa yang sama selalu terulang. Selalu ada listrik mati. Air PDAM payau dan mati, dan kabut asap. Padahal, dalam zaman modern seperti sekarang ini, peralatan apa yang tidak membutuhkan listrik, sebagai energi pengeraknya. Semua orang juga membutuhkan air bagi kelangsungan hidupnya.
Jika Anda jurnalis televisi atau fotografer yang terbiasa meliputi konflik, Anda mungkin tak asing dengan nama ikonik Martin Fletcher, jurnalis veteran yang kini menjadi Kepala Biro jaringan televisi NBC di Tel Aviv.